Berjaga Diri Dari Pencuri
Amir: "Hari ini air mukamu
nampaknya tak begitu baik."
Rusli: "Betul, ngga salah.
Semalam asal ada gerak-gerik dan suara sedikit saja isteriku segera
berteriak-teriak mengira ada maling."
Amir: "Maling datang mencuri
barang biasanya tak bersuara."
Rusli: "Aku juga mengatakan
begitu, tetapi keadaannya ternyata lebih parah lagi."
Amir: " Ada apa?"
Rusli: "Sejak itu, malam hari
asal tak mendengar suara apa pun, ia segera membangunkan diriku, sehingga aku
tak pernah bisa tidur dengan nyenyak."
Menulis Katebelece Cinta
Seorang pelajar putra sudah lama
sekali sedang dengan diam-diam jatuh cintai kepada seorang pelajar putri. Pada
suatu hari, yaitu pada saat jam belajar sendiri, pelajar putra itu akhirnya
telah memberanikan diri menulis katebelece kepada pelajar putri tersebut, di
atasnya tertulis sebaris kalimat pendek: "Aku sudah lama sekali
memperhatikan dirimu."
Sejenak kemudian, katebelece itu
dilemparkan kembali kemari, di atasnya tertulis: "Tolong jangan melaporkan
diriku kepada Pak guru. Aku jamin selanjutnya pada jam pelajaran aku takkan
makan kwaci lagi!
Bahaya Mengendarai Mobil Saat Mabuk
Dua orang pemabuk sedang pulang
dengan mengendarai sebuah mobil. Salah seorang di antara mereka tiba-tiba
menjerit: "James, Awas lho, di depan ada dinding. Awas dinding! Awas!"
Hanya terdengar suara mobil membentur
dinding menggerdam keras di udara.
Hari keduanya, di sebuah kamar pasien
di rumah sakit, orang itu menanya James, teman karibnya yang luka dan berbaring
di ranjang sebelah: "Kamu sungguh-sungguh tak ada gunanya, waktu itu aku
sudah berteriak-teriak memperingatkan kamu di depan ada dinding, mengapa kamu
mengambil sikap masa bodoh dan tak menunjukkan reaksi apa pun?"
"Karena waktu itu yang
mengendarai mobil kamu, bukan aku." Jawab James dengan tenang.
Bagaimana Manusia Tercipta?
Suatu hari seorang anak kecil ajukan
pertanyaan perihal ibunya, bagaimana orang mengambil bagian hidup pertama kali
didunia?
Ibu : anak saya, pertama tuhan bikin
seorang pria yang dimaksud Adam serta seorang wanita bernama Hawa sehingga
mereka mempunyai bayi alhasil kita disini dikarenakan hasil mereka. itu adalah
sistem rantai.
Anak : namun ibu..! bapak menyebutkan
perihal yang tidak sama, bapak menyebutkan pada saya bahwa kita berawal dari
kera jadi kera adalah nenek/ kakek moyang kita? (think)
Ibu : anak saya.., mungkin betul apa
yang dikatakan bapak-mu!, bapak sedang bercerita perihal latar belakang
keluarganya begitupun Ibu, bicara perihal latar belakang keluarga Ibu.
Berita Kehilangan!
Telah hilang seorang anak, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Nama : Satriyo
Alamat : Yogyakarta
Usia : 7 tahun
Hilang hari minggu jam 13.00 WIB, memakai baju partai, celana pendek, kulit putih, rambut cepak dan pakai sendal kegedean. Bagi yang menemukan ciri-ciri diatas harap menghubungi ibunya karena sendalnya mau dipakai...
Senin :
Seseorang mencuri semua kartu kredit milik saya, tapi saya tidak melaporkannya. Maling itu tidak menguras uang sebanyak istri saya.
Selasa :
Saya bertanya kepada istri,”Sayang, tempat mana yang terbaik untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan kita?” Dia menjawab, “Cobalah tempat yang belum pernah saya kunjungi.” Nah, malam itu saya mengajaknya ke dapur.
Rabu :
Kalo bepergian, kami selalu bergandengan tangan. Hari ini saya lepaskan tangannya, tau-taunya dia malah ngacir ke Sogo.
Kamis :
Istriku paling senang membeli barang yang ditandai TURUN. Hari ini, dia membeli sebuah eskalator.
Jum’at :
Hobi istri saya hanyalah BELANJA, BELANJA, dan BELANJA. Minggu lalu dia jatuh sakit selama seminggu, tadi saya dengar ada tiga butik akhirnya bangkrut.
Sabtu :
Dia paling senang mengkoleksi barang-barang yang memakai tenaga listrik. Dia beli blender elektrik, panggangan elektrik, pemanas makanan elektrik, dan serba listrik lainnya. Tadi pagi dia tanya, “Mas, kira-kira barang apa yang belum saya miliki?”; Saya belikan dia sebuah kursi listrik !
Minggu :
Hari ini, istri saya menelepon saya dan mengeluh, mobilnya tidak dapat jalan lagi. Saya tanya apa penyebabnya, dia katakan ada air di karbulatornya. Saya bertanya mobilnya ada dimana, dia bilang nyemplung ke kali Ciliwung.
Nama Karyawan: Penis.
Perihal: Minta naik gaji.
Bersama dengan ini, saya “Penis” ingin meminta kenaikan gaji dikarenakan alasan-alasan berikut:
- saya melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan fisik.
- saya bekerja di suatu kedalaman tertentu.
- saya bekerja dengan menggunakan kepala terlebih dahulu.
- saya bekerja ditempat yang lembab.
- saya bekerja lembur dengan tanpa biaya tambahan.
- saya bekerja di ruang yg gelap yg tdk mempunyai aliran udara segar.
- saya bekerja di temperatur yang tinggi.
- pekerjaan saya beresiko tertular oleh penyakit.
Tanggapan dari HRD:
Setelah mempertimbangkan permintaan dan argumen yang diberikan, kami menolaknya dengan alasan-alasan berikut:
- anda tidak bekerja 8 jam penuh.
- anda tertidur setelah melakukan tugas yang waktunya sebentar.
- anda tidak selalu menurut perintah dari manajemen.
- anda tidak selalu berada di posisi yang telah ditentukan, bahkan sering pergi ketempat lain.
- anda terlalu banyak mengambil istirahat yang tidak resmi.
- anda tidak mempunyai inisiatif, selalu harus ditekan dan dirangsang untuk dapat memulai bekerja.
- anda meninggalkan tempat kerja anda dengan berantakan terkadang anda mengabaikan peringatan kesehatan dengan tidak menggunakan pakaian pelindung yang semestinya.
- anda tidak pernah menunggu usia pensiun sebelum berhenti bekerja.
- anda tidak suka bekerja dalam dua shift.
- anda kadang meninggalkan tempat kerja anda sblm kerjaan selesai.
- dan yang terpenting adalah anda selalu memasuki dan meninggalkan tempat kerja dengan membawa dua buah bungkusan yang bentuknya mencurigakan.
Istri Hamil
Satu pasangan muda sangat bersuka
cita demi mengetahui sang isteri hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastian
dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tersebut.
Isteri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya…takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah di-omong2in”
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter”
Tiba2 datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan yang lalu.
Tukang Rekening PLN: “Nyonya terlambat 1 bulan.”
Isteri: “Bapak tahu dari mana…? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…”
Suami: “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?”
Tukang Rekening PLN: “Semua tercatat di kantor kami Pak.”
Suami: “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!”
Keesokan harinya…
Suami: “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?”
Karyawan PLN: “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!”
Suami: “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?”
Karyawan PLN: “Ya mesti bayar dong Pak!”
Suami (sialan gue diperes nih!) : “Kalau saya tidak mau bayar,bagaimana?”
Karyawan PLN: “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…”
Suami: “Maknya di kupyak…? Lha, kalo diputus…nanti isteri saya bagaimana…?”
Karyawan PLN: “Kan masih bisa pakai lilin.”
Isteri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya…takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah di-omong2in”
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter”
Tiba2 datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan yang lalu.
Tukang Rekening PLN: “Nyonya terlambat 1 bulan.”
Isteri: “Bapak tahu dari mana…? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…”
Suami: “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?”
Tukang Rekening PLN: “Semua tercatat di kantor kami Pak.”
Suami: “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!”
Keesokan harinya…
Suami: “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?”
Karyawan PLN: “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!”
Suami: “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?”
Karyawan PLN: “Ya mesti bayar dong Pak!”
Suami (sialan gue diperes nih!) : “Kalau saya tidak mau bayar,bagaimana?”
Karyawan PLN: “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…”
Suami: “Maknya di kupyak…? Lha, kalo diputus…nanti isteri saya bagaimana…?”
Karyawan PLN: “Kan masih bisa pakai lilin.”
6 Jenis KB
1. Kalau 5 tahun kawin, langsung punya 4 anak, itu
berarti KB = KUMPUL BOCAH.
2. Kalau 5 tahun kawin, anak cuma satu, itu
berarti KB = KURANG BERGAIRAH.
3. Kalau sudah 5 tahun kawin, belum punya anak, itu
berarti, KB = KURANG BISA.
4. Kalau 5 tahun pacaran belum juga kawin, itu
berarti, KB = KAGAK BERANI.
5. Kalo kagak pacaran tapi punya anak, itu
berarti KB = Ketelanjuran Bunting
6. Kalo kagak punya pacar dan anak, itu
berarti KB = Kayaknya Bencong deh
Sama-Sama Cemburu
Pada suatu hari seekor sapi betina
pulang kerja memergoki suaminya sedang di ranjang bersama sapi betina lain.
Sapi Betina: "Mas....Teganya kamu....capek-capek aku kerja...gini ya balasannya!!!"
Sapi Jantan: "Kamu pikir aku juga gak cemburu..tiap pagi susu kamu diperas-peras sama laki-laki lain?"
Sapi Betina: "Laki-laki yang Mana?"
Sapi Jantan: "Itu yang berkumis dan bercelana"
Sapi Betina: "Mas....Teganya kamu....capek-capek aku kerja...gini ya balasannya!!!"
Sapi Jantan: "Kamu pikir aku juga gak cemburu..tiap pagi susu kamu diperas-peras sama laki-laki lain?"
Sapi Betina: "Laki-laki yang Mana?"
Sapi Jantan: "Itu yang berkumis dan bercelana"
Makan Permen Karet
Seorang turis asal Singapura sedang
menikmati liburan di Malaysia. Dia sedang menikmati makan paginya di Coffee
House sebuah hotel dimana dia menginap.
Seorang warga Malaysia sambil mengunyah Permen Karet duduk disebelahnya dan mulai mengajak berbicara secara santai.
Orang Malaysia: "Kalian orang-orang Singapura memakan keseluruhan roti ya..?"
Turis Singapura: "Tentu saja"
Orang Malaysia: "Kami tidak. Di Malaysia kami hanya memakan bagian dalamnya saja. Sedangkan bagian kulit luar roti yang kering kami kumpulkan lalu kami masukkan ke dalam kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi roti croissants dan kami ekspor ke Singapura."
Si orang Malaysia lalu tersenyum puas saat melihat si turis asal Singapura terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa.
Orang Malaysia: "Apakah kamu juga memakan roti dengan selai ?"
Turis Singapura: "Tentu saja"
Orang Malaysia: "Kami tidak (sambil tertawa kecil). Di Malaysia kami makan buah segar pada saat makan pagi. Kami kupas kulitnya, keluarkan isinya dan kami kumpulkan kulitnya di kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi selai. Setelah itu kami ekspor ke Singapura"
Kali ini, si turis Singapura balas bertanya: "Apakah kalian, orang-orang Malaysia melakukan hubungan seks?"
Orang Malaysia: "Kenapa? tentu saja kami melakukan hubungan seks."
Turis Singapura: "Apakah kalian menggunakan 'pengaman'?"
Orang Malaysia: "Tentu saja!! Kami menggunakan kondom"
Turis Singapura: "Lalu, apa yang kalian lakukan dengan kondom yang telah digunakan?"
Orang Malaysia: "Kami buang, tentu saja"
Turis Singapura: "Kami tidak. Di Singapura, pemerintah secara diam-diam memasukkan kondom-kondom tersebut ke dalam kontainer, kami lebur, lalu kami olah menjadi permen karet dan kami ekspor ke Malaysia. Itulah alasan yang sebenarnya kenapa kami orang Singapura dilarang makan permen karet. "
Orang Malaysia: "???"
(lalu orang malaysia itu diam diam membuang permen karet dari mulutnya.
Seorang warga Malaysia sambil mengunyah Permen Karet duduk disebelahnya dan mulai mengajak berbicara secara santai.
Orang Malaysia: "Kalian orang-orang Singapura memakan keseluruhan roti ya..?"
Turis Singapura: "Tentu saja"
Orang Malaysia: "Kami tidak. Di Malaysia kami hanya memakan bagian dalamnya saja. Sedangkan bagian kulit luar roti yang kering kami kumpulkan lalu kami masukkan ke dalam kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi roti croissants dan kami ekspor ke Singapura."
Si orang Malaysia lalu tersenyum puas saat melihat si turis asal Singapura terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa.
Orang Malaysia: "Apakah kamu juga memakan roti dengan selai ?"
Turis Singapura: "Tentu saja"
Orang Malaysia: "Kami tidak (sambil tertawa kecil). Di Malaysia kami makan buah segar pada saat makan pagi. Kami kupas kulitnya, keluarkan isinya dan kami kumpulkan kulitnya di kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi selai. Setelah itu kami ekspor ke Singapura"
Kali ini, si turis Singapura balas bertanya: "Apakah kalian, orang-orang Malaysia melakukan hubungan seks?"
Orang Malaysia: "Kenapa? tentu saja kami melakukan hubungan seks."
Turis Singapura: "Apakah kalian menggunakan 'pengaman'?"
Orang Malaysia: "Tentu saja!! Kami menggunakan kondom"
Turis Singapura: "Lalu, apa yang kalian lakukan dengan kondom yang telah digunakan?"
Orang Malaysia: "Kami buang, tentu saja"
Turis Singapura: "Kami tidak. Di Singapura, pemerintah secara diam-diam memasukkan kondom-kondom tersebut ke dalam kontainer, kami lebur, lalu kami olah menjadi permen karet dan kami ekspor ke Malaysia. Itulah alasan yang sebenarnya kenapa kami orang Singapura dilarang makan permen karet. "
Orang Malaysia: "???"
(lalu orang malaysia itu diam diam membuang permen karet dari mulutnya.
Seorang kakek tua berusia 85 tahun
pergi mengunjungi dokter kelamin untuk memeriksa kandungan spermanya. Sang
dokter mengambil sebuah toples kecil dan berkata, "Bawa toples kecil ini
pulang, dan bawa kembali esok hari dengan contoh sperma Anda di dalamnya."
Keesokannya kakek tua tersebut datang kembali ke klinik dan memberikan toples kecil itu kepada sang dokter. Akan tetapi toples kecil itu masih kosong seperti kemarin, bersih dan tidak ada sedikit sperma pun d idalamnya.
Sang dokter bertanya mengapa toples itu masih kosong, dan sang kakek tua menjawab, "Begini dok, saya sudah coba dengan tangan kanan saya, tapi tidak bisa. Saya coba dengan tangan kiri saya, tetap tidak bisa."
"Lalu saya minta bantuan isteri saya. Ia gunakan tangan kanannya, tidak bisa. Ia gunakan tangan kirinya, tetap tidak bisa. Istri saya mencoba dengan mulut, tapi masih tidak bisa juga," ungkap sang Kakek
"Kami akhirnya memanggil Arlin gadis tetangga sebelah. Ia mencoba dengan tangan kanan, tapi tidak bisa. Ia mencoba dengan tangan kiri, tetap tidak bisa. Ia mencoba dengan kedua tangannya, masih tidak bisa juga. Dicoba diapit dengan ketiak Arlin masih tidak bisa juga. Bahkan Arlin sudah mencoba dengan menjepit di antara kedua pahanya, tetapi tidak bisa juga," ungkap kakek tua.
"Bapak sampai minta bantuan gadis tetangga sebelah???," tanya sang dokter sambil takjub.
"Iya, dan sampai sekarang saya, istri saya dan Arlin tetap tidak bisa membuka tutup toples ini," jelas kakek tua.
Keesokannya kakek tua tersebut datang kembali ke klinik dan memberikan toples kecil itu kepada sang dokter. Akan tetapi toples kecil itu masih kosong seperti kemarin, bersih dan tidak ada sedikit sperma pun d idalamnya.
Sang dokter bertanya mengapa toples itu masih kosong, dan sang kakek tua menjawab, "Begini dok, saya sudah coba dengan tangan kanan saya, tapi tidak bisa. Saya coba dengan tangan kiri saya, tetap tidak bisa."
"Lalu saya minta bantuan isteri saya. Ia gunakan tangan kanannya, tidak bisa. Ia gunakan tangan kirinya, tetap tidak bisa. Istri saya mencoba dengan mulut, tapi masih tidak bisa juga," ungkap sang Kakek
"Kami akhirnya memanggil Arlin gadis tetangga sebelah. Ia mencoba dengan tangan kanan, tapi tidak bisa. Ia mencoba dengan tangan kiri, tetap tidak bisa. Ia mencoba dengan kedua tangannya, masih tidak bisa juga. Dicoba diapit dengan ketiak Arlin masih tidak bisa juga. Bahkan Arlin sudah mencoba dengan menjepit di antara kedua pahanya, tetapi tidak bisa juga," ungkap kakek tua.
"Bapak sampai minta bantuan gadis tetangga sebelah???," tanya sang dokter sambil takjub.
"Iya, dan sampai sekarang saya, istri saya dan Arlin tetap tidak bisa membuka tutup toples ini," jelas kakek tua.
Gara-Gara Masakan
Dua orang sahabat saling membagi
cerita setelah sekian lama tidak bertemu. Masing-masing bercerita masa lalunya.
Pretty yang sudah menjada mengawali ceritannya.
Pretty : "Gara-gara masakanku suamiku pergi meninggalkanku!".
Temannya: "Apa?? Dia menceraikanmu karena masakanmu nggak enak??" (respon temannya dengan nada kaget bercampur prihatin).
"Tidak," jawab si ibu tersebut, "Dia meninggal setelah memakan masakanku...."
Pretty : "Gara-gara masakanku suamiku pergi meninggalkanku!".
Temannya: "Apa?? Dia menceraikanmu karena masakanmu nggak enak??" (respon temannya dengan nada kaget bercampur prihatin).
"Tidak," jawab si ibu tersebut, "Dia meninggal setelah memakan masakanku...."
Nenek-Nenek Melahirkan
Seorang nenek berusia 65 tahun tanpa
diinginkan terpaksa melahirkan seorang bayi laki-laki. Teman-temannya datang
berkunjung ke rumahnya untuk menengok. Ketika mereka ingin melihat bayinya
nenek itu berkata, "Nanti saja....ya"
Beberapa menit kemudian mereka berkata ingin melihat bayinya yang baru saja dilahirkannya itu. Tetapi lagi-lagi nenek itu berkata, "Nanti saja....ya.."
Akhirnya mereka bertanya, "Kapan kita bisa melihat bayinya?"
"Nanti kalau dia menangis," kata nenek.
"Kenapa kita harus nunggu sampai dia menangis?," tanya teman-temannya heran.
"Soalnya aku lupa, bayinya aku taruh dimana."
Beberapa menit kemudian mereka berkata ingin melihat bayinya yang baru saja dilahirkannya itu. Tetapi lagi-lagi nenek itu berkata, "Nanti saja....ya.."
Akhirnya mereka bertanya, "Kapan kita bisa melihat bayinya?"
"Nanti kalau dia menangis," kata nenek.
"Kenapa kita harus nunggu sampai dia menangis?," tanya teman-temannya heran.
"Soalnya aku lupa, bayinya aku taruh dimana."
Beda Burung dan Kucing
Si Tono sedang main tebak-tebakan dengan si Tini.
Tono : "Tin, coba kamu jawab, apa hayoo bedanya kucing ama burung?"
Tini : "Wah, itu gampang . . . . kalo kucing nggak bisa terbang sedangkan burung bisa terbang."
Tono : "Salah, coba pikir lagi."
Tini : "Hmm, kucing bisa mengeong sedangkan burung tidak bisa."
Tono : "Semakin salah."
Tini : "Salah semua . . . habis, apa dong?"
Tono : "Yang benar, kalo kucing dielus-elus akan tertidur tapi kalo burung dielus-elus maka akan bangun."
Tini : "???!!!???"
Semua Tukang Selingkuh
Karena capek, suami istri yang
masing-masing bekerja tidur dengan lelapnya, apalagi merka juga baru saja
menyelesaikan dua sesi 'pertarungan' mereka.
Namun tiba-tiba terdengar suara klakson di depan rumah, "Trettttt,tretttt......."
Sang Istri terbangun kaget dan sambil berteriak, "bangun, suamiku pulang"
Si Suami langsung sesaat bengong dan langsung lompat, sembunyi di kolong ranjang. Saat berada di kolong ranjang dia berpikir, "Ini kan rumahku sendiri. Kalau dia suaminya aku siapa?"
Namun tiba-tiba terdengar suara klakson di depan rumah, "Trettttt,tretttt......."
Sang Istri terbangun kaget dan sambil berteriak, "bangun, suamiku pulang"
Si Suami langsung sesaat bengong dan langsung lompat, sembunyi di kolong ranjang. Saat berada di kolong ranjang dia berpikir, "Ini kan rumahku sendiri. Kalau dia suaminya aku siapa?"
Istri Cak Huda
Cak Huda yang baru saja menikah
dengan Yuk Marni, lemah lunglai berada di pos hansip seperti orang bingung.
Beberapa saat kemudian Cak Durasim datang. "Hud, kamu itu penganten baru
kok bukannya seger, malah lemes emangnya kenapa kamu Hud?," Tanya Cak
Durasim.
"Iya Cak, aku mikirin istriku lho!," kata Cak Huda.
"Kenapa istri kamu, kalau aku lihat istri kamu sehat-sehat gitu kok," kata Cak Durasim.
"Gini lho Cak, aku ini biasa ke pelacuran, lha pas kemarin aku 'Making Love' malam pertama, aku ngeluarin uang 50-an. Pikirku perempuan yang bodinya kayak gini ini paling banter taripnya 50 ribu. Aku bener-bener lupa kalau itu istriku sendiri," kata Cak Huda.
"Kamu itu juga sembarangan aja. Tapi ya udah tidak usah dipikir lagi, paling-paling juga istri kamu tersinggung sebentar terus kangen ama kamu lagi," kata Cak Durasim.
"Bukan hanya itu masalahnya, Cak...," kata Cak Huda.
"Lha apa masalahnya lagi?," kata Cak Durasim menjadi bingung.
"Pada saat aku berikan 50 ribu, mendadak aku diberi kembalian 25 ribu."
"Iya Cak, aku mikirin istriku lho!," kata Cak Huda.
"Kenapa istri kamu, kalau aku lihat istri kamu sehat-sehat gitu kok," kata Cak Durasim.
"Gini lho Cak, aku ini biasa ke pelacuran, lha pas kemarin aku 'Making Love' malam pertama, aku ngeluarin uang 50-an. Pikirku perempuan yang bodinya kayak gini ini paling banter taripnya 50 ribu. Aku bener-bener lupa kalau itu istriku sendiri," kata Cak Huda.
"Kamu itu juga sembarangan aja. Tapi ya udah tidak usah dipikir lagi, paling-paling juga istri kamu tersinggung sebentar terus kangen ama kamu lagi," kata Cak Durasim.
"Bukan hanya itu masalahnya, Cak...," kata Cak Huda.
"Lha apa masalahnya lagi?," kata Cak Durasim menjadi bingung.
"Pada saat aku berikan 50 ribu, mendadak aku diberi kembalian 25 ribu."
Guru dan Murid
Seorang Guru di sebuah sekolah dasar
membagikan daftar isian murid, mengenai data murid itu sendiri dan kedua orangtuanya.
Seorang murid yang karena gobloknya atau karena ingin 'mengerjai' selalu
bertanya pada sang Ibu guru.
Murid: "Bu, Nama orangtua ditulis, ya?"
Guru: "Ya ditulis"
Tidak lama kemudian, murid tersebut bertanya lagi,
Murid : "Bu, alamat orangtua ditulis?"
Guru : "Ya, ditulis" (jawab guru mulai kesal)
Belum tiga menit si murid bertanya lagi,
Murid : "Bu, Jenis Kelamin orangtua ditulis?"
Jawab Ibu Guru itu, yang kekesalannya telah sampai ke ubun-ubun, "Nggak, jenis kelamin digambar saja!"
Murid: "Bu, Nama orangtua ditulis, ya?"
Guru: "Ya ditulis"
Tidak lama kemudian, murid tersebut bertanya lagi,
Murid : "Bu, alamat orangtua ditulis?"
Guru : "Ya, ditulis" (jawab guru mulai kesal)
Belum tiga menit si murid bertanya lagi,
Murid : "Bu, Jenis Kelamin orangtua ditulis?"
Jawab Ibu Guru itu, yang kekesalannya telah sampai ke ubun-ubun, "Nggak, jenis kelamin digambar saja!"
Sumur Keramat
Sepasang suami istri datang ke sebuah
sumur keramat untuk meminta berkah dalam hidupnya. Pertama, sang suami
melemparkan bunga tujuh rupa ke dalam sumur tersebut sambil komat-kamit
membacakan doa dan keinginannya.
Beberapa waktu kemudian giliran istrinya untuk melakukan seperti apa yang telah dilakukan sang suami, memanjatkan keinginan pada sumur keramat tersebut. Si istri begitu khusuk, menunduk begitu dalam sehingga ketika suaminya memegang pantatnya si istri kaget dan justru jatuh ke dalam sumur dan mati tenggelam.
"Wow, terkabul! Benar-benar sumur keramat," kata si suami spontan.
Beberapa waktu kemudian giliran istrinya untuk melakukan seperti apa yang telah dilakukan sang suami, memanjatkan keinginan pada sumur keramat tersebut. Si istri begitu khusuk, menunduk begitu dalam sehingga ketika suaminya memegang pantatnya si istri kaget dan justru jatuh ke dalam sumur dan mati tenggelam.
"Wow, terkabul! Benar-benar sumur keramat," kata si suami spontan.
Salah Jalur
Seorang pria lanjut usia sendang
mengendarai mobil di jalan tol, tiba-tiba telpon mobilnya berbunyi. Dengan
susah-payah sambil mengendari mobilnya, dia mengangkat telpon itu.
Ia mendengar suara istrinya di sebarang sana yang hendak menginggatkannya untuk berhati-hati di jalan, "Herman, Saya baru saja dengar di radio bahwa ada sebuah mobil yang berjalan dengan arah yang salah di jalan tol. Tolong berhati-hatil!".
"Gila !!!, benar sekali. Dan jumlahnya ratusan" kata Herman.
Berarti elo yang salah jalan cong, hahaha
Ia mendengar suara istrinya di sebarang sana yang hendak menginggatkannya untuk berhati-hati di jalan, "Herman, Saya baru saja dengar di radio bahwa ada sebuah mobil yang berjalan dengan arah yang salah di jalan tol. Tolong berhati-hatil!".
"Gila !!!, benar sekali. Dan jumlahnya ratusan" kata Herman.
Berarti elo yang salah jalan cong, hahaha
Berburu Ke Afrika
Freddy berburu ke hutan Afrika. Pada
tengah hari rombongannya berjumpa dengan seekor singa.
"Harap tenang," kata pemandunya. "Berdasarkan buku yang saya baca, kalau kita tidak bergerak, singa itu tidak akan mengganggu dan segera meninggalkan tempat ini."
Tapi Freddy menyela, "Apakah singa itu juga membaca buku yang kamu baca?"
"Harap tenang," kata pemandunya. "Berdasarkan buku yang saya baca, kalau kita tidak bergerak, singa itu tidak akan mengganggu dan segera meninggalkan tempat ini."
Tapi Freddy menyela, "Apakah singa itu juga membaca buku yang kamu baca?"
Anak yang Pandai Menghitung
Di Kelas 1A sedang dimulai pelajaran
menghitung. Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Siapa yang bisa berhitung?"
Seorang anak bernama Noel mengangkat tangan.
"Benar kamu bisa berhitung?"
"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."
"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"
"Empat."
"Bagus. Setelah enam?"
"Tujuh."
"Setelah sembilan?"
"Sepuluh," jawab si noel.
"Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.
Dengan senyum penuh keyakinan, si Noel menjawab, "Jack, Queen, King, lalu AS."
"Siapa yang bisa berhitung?"
Seorang anak bernama Noel mengangkat tangan.
"Benar kamu bisa berhitung?"
"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."
"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"
"Empat."
"Bagus. Setelah enam?"
"Tujuh."
"Setelah sembilan?"
"Sepuluh," jawab si noel.
"Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.
Dengan senyum penuh keyakinan, si Noel menjawab, "Jack, Queen, King, lalu AS."
Tes Kesehatan Pasien RSJ
Ada tiga
orang pasien sakit jiwa sedang bersama dokter yang akan mengetes ingatan
mereka. Mereka adalah Noel, Joel dan Doel. Dokter mengajukan pertanyaan
sederhana kepada noel,
"Tiga kali tiga berapa?"
"176," jawabnya.
Dokter lalu berpaling kepada Doel,
"Berapakah tiga kali tiga?"
"Kamis," jawab Doel.
Dokter pun kemudian bertanya kepada Joel,
"Berapa tiga kali tiga?"
"Sembilan," jawabnya.
"Bagus sekali," Kata Dokter. "Kok Anda bisa, bagaimana menghitungnya?" tanya dokter dengan semangat.
"Gampang, Kamis dikurangi 176 sama dengan sembilan." Jawab Joel santai.
"Tiga kali tiga berapa?"
"176," jawabnya.
Dokter lalu berpaling kepada Doel,
"Berapakah tiga kali tiga?"
"Kamis," jawab Doel.
Dokter pun kemudian bertanya kepada Joel,
"Berapa tiga kali tiga?"
"Sembilan," jawabnya.
"Bagus sekali," Kata Dokter. "Kok Anda bisa, bagaimana menghitungnya?" tanya dokter dengan semangat.
"Gampang, Kamis dikurangi 176 sama dengan sembilan." Jawab Joel santai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar